This is me :)

It's all about my simply life to be a wife, to be a mother and also to be a nice person for all people around me :)
Tampilkan postingan dengan label Baby Care. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baby Care. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 November 2010

Parasetamol Beresiko Pada Anak

Posted by memamamaya at Senin, November 29, 2010 0 comments
Senin, 29/11/2010 10:14 WIB
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Wellington, Hati-hati memberikan obat turun panas pada anak. Salah satunya
adalah parasetamol, sebab penelitian terbaru membuktikan obat ini dapat
meningkatkan risiko asma dan alergi.

Tidak diketahui pasti apa penyebabnya, para peneliti masih harus melakukan uji

klinis untuk memastikannya. Peneliti juga belum tahu persis berapa dosis
yangbisa menyebabkan efek samping semacam itu.

Namun adanya keterkaitan antara parasetamol dengan risiko asma telah dibuktikan

oleh para ahli dari University of Otago di Wellington. Untuk mengungkapnya, para
ahli mengamati 505 bayi dan 914 anak usia 5-6 tahun.

Penelitian ini mengungap, penggunaan parasetamol pada bayi berusia kurang dari

15 bulan dapat meningkatkan risiko asma hingga 2 kali lipat. Sementara pada usia
6 tahun, parasetamol meningkatkan risiko alergi hingga 3 kali lipat.

"Kami pikir efek ini lebih terkait dengan jangka waktu pemakaian, bukan

dosisnya. Semakin sering digunakan, parasetamol efek sampingnya makin besar,"
ungkap Prof Julian Crane yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari
Ninemsn, Senin (29/11/2010).

Prof Crane juga menegaskan bahwa efek samping ini tidak akan muncul serta merta

hanya dalam beberapa kali pemakaian. Oleh karena itu orangtua tidak perlu
khawatir selama penggunaan parasetamol tidak berlebihan.

Meski ada keterkaitan antara parasetamol dengan risiko asma, tidak tertutup

kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi. Oleh karena itu Prof Crane
mendukung adanya penelitian lebih lanjut untuk mengungkapnya.

 ===========================================================

Copas dari milis AFB tentang efek samping penggunaan Parasetamol (Penurun panas) yang berlebih pada anak.
Untung gw salah satu type emak2 yg RUM (Rational Use Medicine), jadi kalo anak lagi sakit ga gampang panikan n ga gampang sembarang kasih obat ini itu ke anak. Pemberian obat itu penting, tp pemakaiannya juga harus rasional dan bener2 di saat yang tepat.
Sekarang, semenjak ikutan milis AFB, gw jadi banyak dapet ilmu, khususnya ilmu untuk ngadepin anak sakit (to be honest, gw salah satu tipikal orang yg sangat amat gampang panikan kalo liat orang tersayang di sekitar gw sakit). Jurus andalan gw skrang kalo kal el sakit yaitu dengan HT (Home Treatment). Alhamdulilah selalu berhasil dan kal el sembuh tnpa pemberian obat berlebih (^_^)








Rabu, 06 Oktober 2010

Fakta Hubungan Makanan-Minuman dengan ASI

Posted by memamamaya at Rabu, Oktober 06, 2010 0 comments
Apa yang dimakan ibu, akan dirasakan pula oleh bayi melalui ASI. Anda tentu sering mendengar penyataan ini. Memang demikian adanya. Bila Anda mengonsumsi sup ayam, ASI berasa seperti sup ayam. Namun, ahli laktasi menyarankan untuk tidak perlu khawatir terhadap cita rasa ASI tersebut, karena tidak 100% sama dengan makanan - hanya  samar-samar  - dan hanya bertahan maksimal 8 jam. Yang lebih penting, jaga pola makan yang sehat dan seimbang selama menyusui. Variasikan jenis makanan agar kualitas ASI terjaga dan bayi mengenal dan "mencicipi" berbagai cita rasa makanan. Ini fakta-fakta menyangkut hubungan makanan-minuman dengan ASI.

Makanan pedas 
Konon bayi ikut kepedasan hingga mencret atau diare.
Faktanya belum ada bukti ilmiah ASI bisa berasa pedas, gara-gara ibu makan bakso dengan sambal sebelum menyusui. Yang baru diketahui, ASI akan berasa bakso, tetapi tidak termasuk pedasnya. Tidak benar juga bayi akan mengalami masalah pencernaan seperti mencret dan diare. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare. Masalahnya, jika Anda menderita diare, tentu bisa memengaruhi kualitas ASI karena diare bisa membuat Anda mengalami dehidrasi  (kekurangan cairan).

Kopi
Konon bunda minum kopi, bayi rewel dan tidak bisa tidur.
Faktanya ibu menyusui memang sering ragu, gara-gara kandungan kafein. Yang harus diingat, kafein tidak hanya terdapat pada kopi tapi juga teh, cokelat dan minuman berkarbonasi. Ruth A. Lawrence, MD, dan Robert M. Lawrence, MD, penulis buku Breastfeeding: A Guide For the Medical Profession mengatakan, minum secangkir kopi setiap hari tidak haram, sebab kandungan kafein yang ditemukan dalam ASI sangat rendah. Hanya saja, bila minum sampai lebih 6 cangkir sehari, kafein akan berakumulasi di dalam sistem pencernaan bayi dan dapat membuatnya terjaga plus rewel (karena susah tidur) serta iritasi pada pencernaannya.
  
Alkohol 
Konon bunda minum alkohol, bayi kecanduan dan mengalami masalah kesehatan.
Faktanya Ikatan Dokter Anak Amerika Serikat menyebutkan, ibu menyusui yang minum alkohol dalam jumlah banyak dapat membuat bayi mengantuk, lemah, berat badan susah naik dan mengurangi reflek pengeluaran ASI pada ibu. Hampir sama dengan kafein, dampak alkohol pada bayi tergantung pada kadar dan porsi yang Anda minum. Jika Anda hanya minum 1-2 gelas wine per minggu, kadar alkohol yang diserap oleh tubuh bayi sangat kecil. Meski demikian, selagi menyusui, sebaiknya coret minuman beralkohol dari daftar menu Anda.

Merkuri dalam Sushi 

Konon bunda makan sushi dan sashimi, bayi keracunan merkuri.
Faktanya bahan baku ikan umumnya ikan laut perairan dalam seperti tuna, yang rentan tercemar merkuri. Merkuri sendiri adalah logam berat yang dapat masuk ke dalam ASI melalui peredaran darah. Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengatakan, merkuri bisa terakumulasi di tubuh bayi sejak mereka berada di dalam kandungan akibat Bundanya mengonsumsi ikan laut dari laut yang tercemar buangan limbah pabrik yang bermerkuri. Karena itu, FDA mewanti-wanti ibu hamil dan menyusui untuk tidak mengonsumsi beberapa jenis ikan laut yang dianggap tinggi kandungan merkurinya, di ataranya; hiu, swordfish, dan sarden.

Gas bikin kembung
Konon ibu makan kol, bayi bisa kembung.
Faktanya brokoli, kembang kol, kol, durian dan nangka adalah sederet tersangka penyebab bayi kembung. Memang benar mengandung gas, namun tidak menyebabkan perut bayi kembung sebab gas tidak bisa masuk ke dalam ASI. Yang berisiko perut kembung adalah Anda yang menyantapnya.

Pemanis buatan 

Konon pemanis buatan seperti aspartam dan sorbitol tidak baik bagi bayi.
Faktanya, Thomas W. Hale, RPh, PhD penulis buku "Medications and Mother's Milk"  mengatakan, meski aspartam dapat masuk ke dalam ASI, namun kadarnya terlalu rendah untuk menyebabkan efek samping pada bayi. Sedangkan untuk sorbitol, belum ada penelitian yang mengatakan bisa memengaruhi kualitas ASI. Pemanis buatan sorbitol biasanya digunakan pada makanan dan obat-obatan, dan secara alami zat ini juga ditemukan dalam buah-buahan.

Minuman dingin
Konon minum es atau air dingin membuat ASI dingin.
Faktanya suhu ASI di dalam payudara akan selalu hangat, yaitu 37ºC. Anjuran mengurangi minuman dingin sebenarnya lebih bertujuan menjaga ibu yang alergi terhadap dingin, agar tidak terserang gejala alergi seperti batuk atau asma. Inilah yang dapat mengganggu kegiatan menyusui.

Jumat, 23 Juli 2010

Obat Batuk Traditional for Superman

Posted by memamamaya at Jumat, Juli 23, 2010 0 comments
Gw lagi-lagi di bkin panik nih sama si superman kecil. Pasalnya udah beberapa hari ini dia batuk-batuk terus :( Tadinya gw pikir batuk biasa yang bisa sembuh sendiri dengan daya tahan tubuhnya (such articles from the mailing lists that I follow), tapi koq kelamaan gw juga yang jadi panik en parno sendiri yach, hiksss :(
That's why gw dari tadi ga berhenti2 browsing untuk nyari solusi penyembuhan batuk yg aman buat si superman. Salah satu artikel  yg gw dapet salah satunya ini,


Air Kelapa Muda & Kopi
Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, sekehendak anak. Dicampur dengan sedikit kopi (seujung sendok saja)

Brotowali (Putrawali, andawali)
Untuk pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

Jeruk Nipis
Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.

Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas /cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.

Kentang
Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan kendtang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendinginkan.

Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang)
Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari, balurkan parutan banglai segal di kening dan badan anak.

Minyak zaitun
Untuk mengobati kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle crap), sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.

Lidah buaya
Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang menderita luka bakar.

Daun pepaya
Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit malaria, panas,beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring, lalu minum airnya.

Temulawak (koneng gede)
Untuk menambah nafsu makan. Caranya, 150 gram temulawak 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis, rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap untuk digunakan.Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkir air hangat, diminum pagi dan sore.

Kencur
Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

Adas (fennel)
Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1sdt teh adas dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan takaran sesuai umurnya.


Gw memutuskan untuk mencoba cara traditional untuk penyembuhan batuk si superman. Karena gw sangat yakin keamanan dan khasiat obat-obatan traditional.
Guys, doakan cepet sembuh yaaaa superman kecilku. Kasian banget nih dengerin batuk2nya. Andai aja bisa batuknya di pindahin ke gw :(

Kamis, 15 Juli 2010

Beberapa penyebab bayi menolak minum susu/ASI

Posted by memamamaya at Kamis, Juli 15, 2010 0 comments
" Lagi nge're-post dr milis AFB:) "

berikut beberapa kemungkinan penyebab

Jika Menolak ASI, kemungkinan disebabkan oleh :



1. Kurang sehat.

Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa membuat bayi kesulitan mengisap dengan 

baik, sehingga ASI yang didapat sedikit. Akhirnya bayi jadi capek atau 

frustrasi, dan menolak menyusu.

2. Kesakitan.

Bayi yang mengalami memar akibat lahir dengan alat bantu (misalnya: vakum) 

mungkin menolak menyusu jika bagian yang memar ini terpencet tiap kali ia 

menyusu.

3. Tersumbat hidungnya.

Bayi yang hidungnya tersumbat (karena pilek) mungkin menolak menyusu karena 

kesulitan bernafas.

4. Sariawan.

Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida mungkin hanya 

mau mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti dan menangis.

5. Sedang tumbuh gigi.

Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya 

berlebihan, atau agak demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak 

nyaman.

6. Mengantuk.

Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin menolak menyusui 

karena mengantuk.

7. Bingung puting.

Bayi yang diberi susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin 

menolak menyusu karena kesulitan menguasai teknik mengisap payudara – yang 

sangat berbeda dengan mengisap dot.

8. Tidak mampu ‘mengambil’ cukup ASI untuk memenuhi kebutuhannya.

Bayi yang belum menguasai teknik menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI 

sedikit sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau 

lebih dalam. Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu.

9. Ingin ‘melawan’ perlakuan yang tidak menyenangkan.

Jika ibu atau pengasuh kurang menguasai teknik mengatur posisi bayi saat akan 

menyusu, bayi bisa saja merasa diperlakukan kasar atau disakiti. Sebagai upaya 

‘perlawanan’, ia pun menolak menyusu.

10. Terganggu isapannya.

Jika ibu sering memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut 

bayi terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan 

menolak menyusu.

11. Dibatasi jadwal menyusunya.

Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, 

bayi bisa frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu.

12. Terganggu semburan ASI.

Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat 

bayi tersedak. Jika terjadi berulang kali selama menyusu, bayi mungkin jadi 

frustrasi dan menolak menyusu.

13. Merasa terganggu oleh suatu perubahan.

Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan 

ibunya, ada pengasuh baru, pindah rumah, kedatangan tamu, ibunya sakit (atau 

sedang menstruasi), payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika 

suatu perubahan dirasa mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan 

langsung ‘mogok’ menyusu.