This is me :)

It's all about my simply life to be a wife, to be a mother and also to be a nice person for all people around me :)
Tampilkan postingan dengan label Happy Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Happy Parenting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Februari 2011

MOLOCO-B12 & LAKTAFIT : OBAT UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI AIR SUSU IBU YANG HARAM BAGI UMMAT ISLAM

Posted by memamamaya at Rabu, Februari 09, 2011 0 comments
Diberitahukan bahwa saat ini telah beredar 2 buah obat resep dokter yang berfungsi untuk memperbanyak air susu ibu dengan merek dagang MOLOCO-B12 dan LAKTAFIT, berbentuk kapsul yang komposisinya terdiri dari: Ekstrak Plasenta manusia & vitamin (sumber: buku Index Spesialitet Obat/ ISO).

Plasenta (ari-ari/ bali) ini dipercaya berkhasiat bisa meningkatkan produksi air susu ibu. Tetapi bagi ummat Islam, plasenta ini HARAM untuk dikonsumsi, karena plasenta merupakan bagian dari jaringan tubuh manusia.

Pada tahun 2000, Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan Fatwa nomor: 2/ Munas /VI/ MUI/ 2000 yang menyatakan bahwa produk pangan/kosmetik yang mengandung Plasenta manusia, hukumnya Haram dikonsumsi oleh ummat Islam.

Obat yang bernama MOLOCO-B12 ataupun LAKTAFIT ini, sering diresepkan oleh dokter spesialis kandungan atau diberikan oleh bidan kepada ibu setelah melahirkan.

Oleh karena itu, kepada para Ibu yang baru saja melahirkan atau yang sedang menyusui:

1. Bila mendapatkan resep obat dengan nama MOLOCO-B12 ataupun LAKTAFIT, supaya minta kepada dokter / bidan yang memberikannya agar menggantinya dengan obat/vitamin perangsang susu ibu merek lain yang tidak mengandung plasenta apapun.

2. Daun katuk dan sayuran hijau lainnya hingga saat ini diyakini berkhasiat merangsang produksi air susu ibu, karena kandungan zat besi dan folatnya yang tinggi, juga protein dan vitamin nabatinya. Dengan mengkonsumsi daun katuk dan setiap hari dalam bentuk sayur atau dicampur dengan makanan lainnya, bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi air susu ibu (ASI).

3. Sekarang ini banyak produk susu bagi ibu hamil, misalnya yang bernama susu "Lactamil", atau lainnya, yang mengandung ekstrak daun katuk, sangat tepat diberikan kepada ibu menyusui, yang produksi air susunya kurang.

4. Hal yang terpenting bagi ibu menyusui, agar produksi air susunya banyak adalah harus sering menyusukannya kepada bayinya, minimal 8 kali sehari, misalnya diulang tiap 3 jam, pada payudara kiri dan kanan, masing-masing Minimal selama 5 menit. Produksi air susu ibu akan meningkat bila puting susu ibu sering mendapatkan rangsangan dari mulut bayi.
Makin sering ibu menyusui, maka akan semakin banyak produksi air susu ibu. Kemudian ibu pun harus makan dengan kandungan gizi yang baik serta minum susu sapi yang cukup setiap hari.

Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap daging yang tumbuh dari makanan haram, maka api neraka lebih utama baginya" (HR Tirmidzi dari Ka'ab bin Ajazah r.a)

 Mohon pesan ini disebarluaskan kepada kaum muslimin & muslimah terutama yang sedang hamil/ menyusui bayi.


     Tembusan:

     - Lembaga Pengawasan Obat & Makanan - MUI (LPPOM-MUI)

     - Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Indonesia

Senin, 29 November 2010

Parasetamol Beresiko Pada Anak

Posted by memamamaya at Senin, November 29, 2010 0 comments
Senin, 29/11/2010 10:14 WIB
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Wellington, Hati-hati memberikan obat turun panas pada anak. Salah satunya
adalah parasetamol, sebab penelitian terbaru membuktikan obat ini dapat
meningkatkan risiko asma dan alergi.

Tidak diketahui pasti apa penyebabnya, para peneliti masih harus melakukan uji

klinis untuk memastikannya. Peneliti juga belum tahu persis berapa dosis
yangbisa menyebabkan efek samping semacam itu.

Namun adanya keterkaitan antara parasetamol dengan risiko asma telah dibuktikan

oleh para ahli dari University of Otago di Wellington. Untuk mengungkapnya, para
ahli mengamati 505 bayi dan 914 anak usia 5-6 tahun.

Penelitian ini mengungap, penggunaan parasetamol pada bayi berusia kurang dari

15 bulan dapat meningkatkan risiko asma hingga 2 kali lipat. Sementara pada usia
6 tahun, parasetamol meningkatkan risiko alergi hingga 3 kali lipat.

"Kami pikir efek ini lebih terkait dengan jangka waktu pemakaian, bukan

dosisnya. Semakin sering digunakan, parasetamol efek sampingnya makin besar,"
ungkap Prof Julian Crane yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari
Ninemsn, Senin (29/11/2010).

Prof Crane juga menegaskan bahwa efek samping ini tidak akan muncul serta merta

hanya dalam beberapa kali pemakaian. Oleh karena itu orangtua tidak perlu
khawatir selama penggunaan parasetamol tidak berlebihan.

Meski ada keterkaitan antara parasetamol dengan risiko asma, tidak tertutup

kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi. Oleh karena itu Prof Crane
mendukung adanya penelitian lebih lanjut untuk mengungkapnya.

 ===========================================================

Copas dari milis AFB tentang efek samping penggunaan Parasetamol (Penurun panas) yang berlebih pada anak.
Untung gw salah satu type emak2 yg RUM (Rational Use Medicine), jadi kalo anak lagi sakit ga gampang panikan n ga gampang sembarang kasih obat ini itu ke anak. Pemberian obat itu penting, tp pemakaiannya juga harus rasional dan bener2 di saat yang tepat.
Sekarang, semenjak ikutan milis AFB, gw jadi banyak dapet ilmu, khususnya ilmu untuk ngadepin anak sakit (to be honest, gw salah satu tipikal orang yg sangat amat gampang panikan kalo liat orang tersayang di sekitar gw sakit). Jurus andalan gw skrang kalo kal el sakit yaitu dengan HT (Home Treatment). Alhamdulilah selalu berhasil dan kal el sembuh tnpa pemberian obat berlebih (^_^)








Rabu, 06 Oktober 2010

Fakta Hubungan Makanan-Minuman dengan ASI

Posted by memamamaya at Rabu, Oktober 06, 2010 0 comments
Apa yang dimakan ibu, akan dirasakan pula oleh bayi melalui ASI. Anda tentu sering mendengar penyataan ini. Memang demikian adanya. Bila Anda mengonsumsi sup ayam, ASI berasa seperti sup ayam. Namun, ahli laktasi menyarankan untuk tidak perlu khawatir terhadap cita rasa ASI tersebut, karena tidak 100% sama dengan makanan - hanya  samar-samar  - dan hanya bertahan maksimal 8 jam. Yang lebih penting, jaga pola makan yang sehat dan seimbang selama menyusui. Variasikan jenis makanan agar kualitas ASI terjaga dan bayi mengenal dan "mencicipi" berbagai cita rasa makanan. Ini fakta-fakta menyangkut hubungan makanan-minuman dengan ASI.

Makanan pedas 
Konon bayi ikut kepedasan hingga mencret atau diare.
Faktanya belum ada bukti ilmiah ASI bisa berasa pedas, gara-gara ibu makan bakso dengan sambal sebelum menyusui. Yang baru diketahui, ASI akan berasa bakso, tetapi tidak termasuk pedasnya. Tidak benar juga bayi akan mengalami masalah pencernaan seperti mencret dan diare. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare. Masalahnya, jika Anda menderita diare, tentu bisa memengaruhi kualitas ASI karena diare bisa membuat Anda mengalami dehidrasi  (kekurangan cairan).

Kopi
Konon bunda minum kopi, bayi rewel dan tidak bisa tidur.
Faktanya ibu menyusui memang sering ragu, gara-gara kandungan kafein. Yang harus diingat, kafein tidak hanya terdapat pada kopi tapi juga teh, cokelat dan minuman berkarbonasi. Ruth A. Lawrence, MD, dan Robert M. Lawrence, MD, penulis buku Breastfeeding: A Guide For the Medical Profession mengatakan, minum secangkir kopi setiap hari tidak haram, sebab kandungan kafein yang ditemukan dalam ASI sangat rendah. Hanya saja, bila minum sampai lebih 6 cangkir sehari, kafein akan berakumulasi di dalam sistem pencernaan bayi dan dapat membuatnya terjaga plus rewel (karena susah tidur) serta iritasi pada pencernaannya.
  
Alkohol 
Konon bunda minum alkohol, bayi kecanduan dan mengalami masalah kesehatan.
Faktanya Ikatan Dokter Anak Amerika Serikat menyebutkan, ibu menyusui yang minum alkohol dalam jumlah banyak dapat membuat bayi mengantuk, lemah, berat badan susah naik dan mengurangi reflek pengeluaran ASI pada ibu. Hampir sama dengan kafein, dampak alkohol pada bayi tergantung pada kadar dan porsi yang Anda minum. Jika Anda hanya minum 1-2 gelas wine per minggu, kadar alkohol yang diserap oleh tubuh bayi sangat kecil. Meski demikian, selagi menyusui, sebaiknya coret minuman beralkohol dari daftar menu Anda.

Merkuri dalam Sushi 

Konon bunda makan sushi dan sashimi, bayi keracunan merkuri.
Faktanya bahan baku ikan umumnya ikan laut perairan dalam seperti tuna, yang rentan tercemar merkuri. Merkuri sendiri adalah logam berat yang dapat masuk ke dalam ASI melalui peredaran darah. Badan Pengawasan Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA) mengatakan, merkuri bisa terakumulasi di tubuh bayi sejak mereka berada di dalam kandungan akibat Bundanya mengonsumsi ikan laut dari laut yang tercemar buangan limbah pabrik yang bermerkuri. Karena itu, FDA mewanti-wanti ibu hamil dan menyusui untuk tidak mengonsumsi beberapa jenis ikan laut yang dianggap tinggi kandungan merkurinya, di ataranya; hiu, swordfish, dan sarden.

Gas bikin kembung
Konon ibu makan kol, bayi bisa kembung.
Faktanya brokoli, kembang kol, kol, durian dan nangka adalah sederet tersangka penyebab bayi kembung. Memang benar mengandung gas, namun tidak menyebabkan perut bayi kembung sebab gas tidak bisa masuk ke dalam ASI. Yang berisiko perut kembung adalah Anda yang menyantapnya.

Pemanis buatan 

Konon pemanis buatan seperti aspartam dan sorbitol tidak baik bagi bayi.
FaktanyaThomas W. Hale, RPh, PhD penulis buku "Medications and Mother's Milk"  mengatakan, meski aspartam dapat masuk ke dalam ASI, namun kadarnya terlalu rendah untuk menyebabkan efek samping pada bayi. Sedangkan untuk sorbitol, belum ada penelitian yang mengatakan bisa memengaruhi kualitas ASI. Pemanis buatan sorbitol biasanya digunakan pada makanan dan obat-obatan, dan secara alami zat ini juga ditemukan dalam buah-buahan.

Minuman dingin
Konon minum es atau air dingin membuat ASI dingin.
Faktanya suhu ASI di dalam payudara akan selalu hangat, yaitu 37ºC. Anjuran mengurangi minuman dingin sebenarnya lebih bertujuan menjaga ibu yang alergi terhadap dingin, agar tidak terserang gejala alergi seperti batuk atau asma. Inilah yang dapat mengganggu kegiatan menyusui.

Selasa, 31 Agustus 2010

Mengapa Perkenalan Makanan Pendamping ASI Harus Dimulai Pada Usia 6 Bulan?

Posted by memamamaya at Selasa, Agustus 31, 2010 0 comments
Mengapa Perkenalan Makanan Pendamping ASI Harus Dimulai Pada Usia 6 Bulan?

Penundaan pemberian makanan padat sampai bayi berusia 6 bulan berlaku bagi bagi yang mendapatkan ASI, ASI eksklusif dan juga susu formula.

1. ASI adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia enam bulan

ASI adalah makan bernutrisi dan berenergi tinggi, yang mudah untuk dicerna. ASI memiliki kandungan yang dapat membantu menyerapan nutrisi. Pada bulan-bulan awal, saat bayi dalam kondisi yang paling rentan, ASI eksklusif membantu melindunginya bayi dari diare, sudden infant death syndrome/SIDS – sindrom kematian tiba-tiba pada bayi, infeksi telinga dan penyakit infeksi lain yang biasa terjadi.

Riset medis mengatakan bahwa ASI eksklusif membuat bayi berkembang dengan baik pada 6 bulan pertama bahkan pada usia lebih dari 6 bulan. Organisasi Kesehatan Dunia – WHO mengatakan: “ASI adalah suatu cara yang tidak tertandingi oleh apapun dalam menyediakan makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan seorang bayi… Evaluasi pada bukti-bukti yang telah ada menunjukkan bahwa pada tingkat populasi dasar, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan adalah cara yang paling optimal dalam pemberian makan kepada bayi. ”

Setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng daripada yang tersedia didalam ASI – pada titik inilah, nutrisi tambahan bisa diperoleh dari sedikit porsi makanan padat. Bayi-bayi tertentu bisa minum ASI hingga usia 12 bulan atau lebih – selama bayi anda terus menambah berat dan tumbuh sebagaimana mestinya, berarti ASI anda bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik.

2. Menunda pemberian makanan padat memberikan perlindungan yang lebih baik pada bayi terhadap berbagai penyakit

Meskipun bayi terus menerima imunitas melalui ASI selama mereka terus disusui, kekebalan paling besar diterima bayi saat dia diberikan ASI eksklusif. ASI memiliki kandungan 50+ faktor imunitas yang sudah dikenal, dan mungkin lebih banyak lagi yang masih tidak diketahui. Satu studi memperlihatkan bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 4 bulan+ mengalami infeksi telinga 40% lebih sedikit daripada bayi yang diberi ASI ditambah makanan tambahan lain. Probabilitas terjadinya penyakit pernapasan selama masa kanak-kanak secara signifikan berkurang bila bayi diberikan ASI eksklusif setidaknya selama 15 minggu dan makanan pada tidak diberikan selama periode ini. (Wilson, 1998). Lebih banyak lagi studi yang juga mengaitkan tingkat eksklusivitas ASI dengan meningkatnya kesehatan (lihat faktor imunitas pada susu manusia dan Resiko pemberian makanan instan).

3. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada sistem penernaan bayi untuk berkembang menjadi lebih matang

Biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara pertumbuhan maupun secara psikologis, pada usia 6 – 9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan pencernaan, timbulnya gas, konstipasi dll). Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran dan baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk orang dewasa. Amilase, enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. Dan enzim pencerna karbohidrat seperti maltase, isomaltase dan sukrase belum mencapai level oranga dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai
level orang dewasa sebelum usia 6-9 bulan.

4. Menunda pemberian makanan padat memberikan kesempatan pada bayi agar sistem yang dibutuhkan untuk mencerna makanan padat dapat berkembang dengan baik

Tanda-tanda yang menunjukkan bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat termasuk ::

1.Bayi dapat duduk dengan baik tanpa dibantu.
2.Reflek lidah bayi sudah hilang dan tidak secara otomatis mendorong makanan padat keluar dari mulutnya dengan lidah.
3.Bayi sudah siap dan mau mengunyah.
4.Bayi sudah bisa “menjumput”, dimana dia bisa memegang makanan atau benda lainnya dengan jempol dan telunjuknya. Menggunakan jari dan menggosokkan makanan ke telapak tangan tidak bisa menggantikan gerakan “menjumput”.
5.Bayi kelihatan bersemangat untuk ikut serta pada saat makan dan mungkin akan mencoba untuk meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut.
Sering kali kita mengatakan bahwa salah satu tanda bahwa bayi sudah siap untuk menerima makanan padat adalah bila bayi terus menerus ingin menyusu (kelihatan tidak puas setelah diberikan ASI/susu)-walaupun dia tidak sedang dalam keadaan sakit, akan tumbuh gigi , mengalami perubahan rutinitas atau mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba. Meskipun demikian, sulit untuk menentukan apakah peningkatan kebutuhan untuk menyusui itu berhubungan dengan kesiapan bayi untuk menerima makanan padat. Banyak (bahkan sebagian besar) bayi usia 6 bulan yang mengalami pertumbuhan yang tiba-tiba, tumbuh gigi dan mengalami berbagai perkembangan – dalam satu waktu, yang pada akhirnya bisa menyebabkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui. Yakinkan bahwa anda melihat semua tanda-tanda kesiapan untuk menerima makanan padat sebagai suatu kesatuan, karena bila bayi hanya menunjukkan meningkatnya kebutuhan untuk menyusui, itu bukanlah tanda kesiapannya untuk menerima makanan padat.


5. Menunda pemberian makanan padat mengurangi resiko alergi makanan

Berbagai catatan menunjukkan bahwa memperpanjang pemberian ASI eksklusif mengakibatkan rendahnya angka insiden terjadinya alergi makanan (lihat Referensi alergi dan Resiko Pemberian Makanan Instan). Sejak lahir sampai usia antara empat sampai enam bulan, bayi memiliki apa yang biasa disebut sebagai “usus yang terbuka”. Ini berarti bahwa jarak yang ada di antara sel-sel pada usus kecil akan membuat makromolekul yang utuh, termasuk protein dan bakteri patogen, dapat masuk ke dalam aliran darah. Hal ini menguntungkan bagi bayi yang mendapatkan ASI karena zat antibodi yang terdapat di dalam ASI dapat masuk langsung melalui aliran darah bayi, tetapi hal ini juga berarti bahwa protein-protein lain dari makanan selain ASI (yang mungkin dapat menyebabkan bayi menderita alergi) dan bakteri patogen yang bisa menyebabkan berbagai penyakit bisa masuk juga. Dalam 4-6 bulan pertama usia bayi, saat usus masih “terbuka”, antibodi (slgA) dari ASI melapisi organ
pencernaan bayi dan menyediakan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri pada usia sekitar 6 bulan, dan penutupan usus biasanya terjadi pada saat yang sama.

6. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari anemia karena kekurangan zat besi

Pengenalan suplemen zat besi dan makanan yang mengandung zat besi, terutama pada usia enam bulan pertama, mengurangi efisiensi penyerapan zat besi pada bayi. Bayi yang sehat dan lahir cukup bulan yang diberi ASI eksklusif selama 6-9 bulan menunjukkan kecukupan kandungan hemoglobin dan zat besi yang normal. Dalam suatu studi (Pisacane, 1995), para peneliti menyimpulkan bahwa bayi yang diberikan ASI eksklusif selama 7 bulan (dan tidak diberikan suplemen zat besi atau sereal yang mengandung zat besi) menunjukkan level hemoglobin yang secara signifikan lebih tinggi dalam waktu satu tahun dibandingkan bayi yang mendapat ASI tapi menerima makanan padat pada usia kurang dari tujuh bulan. Para peneliti tidak berhasil menemukan adanya kasus anemia di tahun pertama pada bayi yang diberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan dan akhirnya menyimpulkan bahwa memberikan ASI eksklusif selama tujuh bulan mengurangi resiko terjadinya anemia.

7. Menunda pemberian makanan padat membantu melindungi bayi dari resiko terjadinya obesitas di masa datang

Pemberian makanan padat terlalu dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak. (Untuk contoh, lihat Wilson 1998, von Kries 1999, Kalies 2005)

8. Menunda pemberian makanan padat membantu para ibu untuk mejaga kesediaan ASI mereka

Berbagai studi menunjukkan bahwa pada bayi makanan padat akan menggantikan prosi susu dalam menunya – makanan tersebut tidak menambah total asupan pada bayi. Makin banyak makanan padat yang dimakan oleh bayi, maka makin sedikit susu yang dia serap dari ibunya, dan makin sedikit susu yang diserap dari ibu berarti produksi ASI juga makin sedikit. Bayi yang makan banyak makanan padat atau makan makanan padat pada umur yang lebih muda cenderung lebih cepat disapih.

9. Menunda makanan padat membantu memberi jarak pada kelahirn bayi

Pemberian ASI biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan terutama bila bayi anda mendapatkan ASI eksklusif dan semua kebutuhan nutrisinya dapat dipenuhi melalui ASI..

10. Menunda pemberian makanan padat membuat pemberiannya menjadi lebih mudah

Bayi yang mulai makan makanan padat pada usia yang lebih besar dapat makan sendiri dan lebih kecil kecendurangan untuk mengalami alergi terhadap makanan.

Sumber

1.Why Delay Solid Foods? http://www.kellymom.com/nutrition/solids/delay-solids.html
2.When Will My Baby Be Ready For Solid Foods? http://www.kellymom.com/nutrition/solids/solids-when.html
(WM/DS/PP)

Rabu, 11 Agustus 2010

Ma, di perkosa itu di apain?

Posted by memamamaya at Rabu, Agustus 11, 2010 0 comments

Moms/Bunda,
Krn prkmbangan jaman ga bs kita tahan..krn anak2 sekrg lbh kritis dr jaman qt..Ni ada artikel bagus buat referensi jawaban yg cukup bijak kalo ad pertanyaan “seputar urusan org gede” dr anak/keponakan or makhluk kecil lain d sekitar qt…J


Ma Diperkosa itu Diapain?
Written By:
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Pendiri Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)

Parents, anak-anak kita hari ini berbeda dalam jaman berbeda waktu kita jadi kanak-kanak dulu. Anak-anak kita memiliki akses yang lebih banyak dan ekuivalen dengan orangtuanya. Bahka tak heran anak-anak ini bisa jadi mendapat tempaan informasi lebih banyak dari media, lingkungan dan pergaulan. Termasuk pada hal-hal yang berbau seksual dan mungkin pada dasarnya belum saatnya untuk seusia mereka.

Beberapa pertanyaan yang kadang membuat orangtua berkerut kening kadang diajukan kepada saya oleh beberapa orangtua di beberapa kota, seperti:

- Ma Sodomi itu apa?
- Pa, diperkosa itu memang diapain?
- Kenapa Orang Gede Bisa Hamil?

Atau pertayaan-pertanyaan lain yang mungkin anak kita pernah dengar dari tempat lain lalu mereka menanyakan kembali pada kita.

Ketika anak-anak bertanya pada kita sebenarnya ini anugerah, kesempatan terbaik. ucapkan "alhamdulillah". Kenapa eh kenapa? karena eh karena kita bersykur anak-anak kita bertanya pada kita dan bukan pada orang lain atau tempat yang belum tentu dijamin keamannnya.

Jika Anda menghindar apalagi 'menyerang' anak dengan mengatakan ""anak kecil ! nggak boleh ngomong-ngomong kayak gitu.. itu jorok, urusan orang gede!" atau jawaban seperti "nanti juga klo udah gede tau sendiri" ini justru tak produktif untuk anak-anak. Iya jika dia mau menunggu sampai besar, bagaimana jika ia mencari informasi ini ke tempat yang lain (internet, teman) yang Anda belum jamin keamanannya bukan?

Daripada memberikan jawaban-jawaban seperti tersebut, ayo bantu anak kita mencari tahu jawaban tersebut dengan TENANG, JUJUR, BERTANGGUNG JAWAB tanpa penuh prasangka negatif (suudzon) pada anak-anak kita.

Kenapa harus tanpa prasangka? Karena sebenarnya anak-anak tak berpikiran macam-macam. Ketika orangtua menyebut (maaf) misalnya sperma atau bahkan nama kemaluan pun anak-anak ini sebenarnya 'lempeng' saja, kata-kata itu sama netralnya bagi anak-anak seperti mereka menyebut bola, boneka, pisau, telepon dll. Ingat, kata-kata sebenarya dimaknai berdasarkan latar belakang referensi (frame of reference) budaya, dll dan juga latar belakang pengalaman seseorang (frame of experience). Orangtuanya aja kadang yang sewot karena memang dalam pikirannya sudah punya 'persepsi' tertentu ketika disebut nama tersebut. Meski demikian kita juga wajib mengajarkan anak kita pembicaraan2 tersebut boleh dibicarakan sama mama papa tapi tidak di tempat umum atau sama yang lain.

Ini pertanyaan-pertanyaan yang pernah diajukan pada saya. Selain jawaban-jawaban ini silahkan Anda tambahkan sendiri untuk memperkaya referensi menurut versi Anda sendiri. Sebelum jawaban-jawaban Anda ajukan pada anak, cara terbaik adalah selalu menanyakan kembali (konfirmasi) apa yang anak ketahui sebelumnya tentang informasi yang mereka tanyakan tersebut. Misalnya ketika mereka bertanya sodomi, tanyakan kembali pada mereka sebelum Anda menjawab "Memangnya, apa yang pernah kamu dengar dengan tentang sodomi? " atau "apa yang kamu ketahui tentang sodomi?"

KENAPA ORANG GEDE BISA HAMIL?

Tadi temen FB nulis gini: hari yang aneh Bun............ si tata murid saya hari ini bertanya ttg kehamilan....knp hamil,gara2 apa.....knp orang yang gede saja yang bisa hamil......PR yang sangat berat.....cara menerangkannya bagaimn....hufff..........

Penasaran juga nih, jawaban yang tepat kira2 apa ya Abah? Bagi ilmunya dunk...syapa tau mengalami hal serupa...hehehehe. mksh sebelumnya Bah.... Wassalam


TANGGAPAN ABAH:

alaikumsalam wr wb

Jangan dipersulit, ini jawaban yang sebenarnya sederhana. jawab secara jujur tapi sederhana, tidak kemana-mana, tidak melebar dan tidak memanjang.

Setiap ibu punya telur, namanya ovum. Seperti ayam dan bebek. Hanya ibu telurnya berkembang di dalam tidak di luar. Telur itu ada yang berkembang menjadi adik bayi dan sebagian tidak berkembang. Ayah juga punya semacam ini, namanya sperma.

Telur ini akan berbuah menjadi adik bayi jika telur ini bertemu sperma ayah di dalam perut ibu. Lalu Allah meniupkan ruh, jadilah adik bayi. Sebelum lahir adik bayi ini tinggal di dalam perut ibu selama beberapa bulan untuk berkembang, dari kecil-kecil... seperti kelereng.. hingga sebesar bola. Itu sebabnya perut ibu jadi besar.. nah saat tidak muat lagi..Allah mengeluarkan adik bayi dari perut ibu.

Bagaimana jika anak bertanya, bagaimana telur ayah dan ibu bertemu? Melalui pernikahan, itu jawabnya. Hanya orang dewasa yang boleh menikah. Karena orang dewasa sudah punya telur yang bisa jadi adik bayi, sedangkan anak-anak belum bisa melakukannya.

Meski menikah, tidak semua orang dewasa bisa hamil. Ayah tidak bisa hamil karena ayah tidak dikasi kantung telur (ovarium) hanya ibu yang dikasi kantung telur. Tidak semua ibu bisa hamil, karena hanya Allah yang memilih ibu mana yang telurnya (setelah bertemu telur ayah) bisa ditiupkan ruh.


KENAPA ADA ORANG TIDAK MENIKAH TAPI BISA HAMIL?

Bisa nak, tapi itu namanya melanggar hukum Allah. Sebenarnya mereka menikah sendiri tak direstuai Allah. Bagaimana agar direstui Allah Ma? Ada saksi, melalui akad, dst (sampai sini biasanya dan sebenarnya anak tak akan meneruskan lebih jauh). Jika pun anak meneruskan lebih jauh, tentang Akad, nikah dll..Ini kesempatan bagus.. kita lalu jelaskan lebih banyak tentang makna kasih sayang dll.


DIPERKOSA ITU DIAPAIN? SODOMI ITU APA?

Seorang Ibu bertanya: Bagaimana ya menjawab pertanyaan anak umur 9 tahun: mama, diperkosa itu diapain sih Ma?

Diperkosa itu seseorang tubuhnya disakiti nak!

Dipukul maksudnya ma? Atau diapain?

Tubuhnya dipaksa-paksa dipegang sama orang lain. Kamu tak akan nyaman kan jika tubuh kamu dipaksa untuk dipegang? Bagaian-bagian tubuh kamu tak boleh dipegang

Kalo sodomi itu apa ma?

Sama seperti tadi, tubuhnya disakiti. Hanya saja disakitinya dengan memasukkan benda-benda asing ke dalam lubang tempat buang kotoran seseorang. Dan itu tindakan yang sangat menyakiti.

DEDEK BAYI KELUAR LEWAT MANA?

Perut ibu seperti tabung atau botol. Jika ada kelereng di dalam botol dan kita ingin mengeluarkannya maka kita harus mengeluarkannya melalui lubang. Nah dulu dedek bayi ada di dalam perut. Jika sudah cukup umur, adik bayi akan keluar dari perut mama melalui lubang tempat pipis mama.

ih Ma, kan jorok! jadi penuh pipis dong!

Tidak nak, karena waktu adik bayi keluar, pipisnya tidak dikeluarkan.

Tapi kata temanku dia keluar dari perut mamanya yang dibelah!

Selain lewat tempat pipis mama, adik bayi juga bisa keuar lewat perut namanya dioperasi. Orang menyebut dicaesar!

KENAPA DADA MAMA BESAR?

Karena Mama ditugaskan Allah memberi makan adik bayi dengan ASI.

Kok papa nggak?

Allah memberikan tugas berbeda untuk ayah dan ibu. Ayah bertugas melindungi ibu...membantu ibu.

KENAPA PAPA PIPISNYA BERDIRI, MAMA JONGKOK?

Karena alat pipis mama berbeda dengan papa. Papa kemaluannya ada di luar tubuh. Mama di dalam tubuh. Cara pipisnya bisa menyesuaikan bentuk tubuh. Coba mama tanya, kenapa laki-laki tidak pake rok? atau pake kerudung? hayooo (lalu biarkan ia berpikir dan bereksplorasi dengan jawaban-jawabnnya).

KENAPA KOK MAMA BILANG 'LAGI NGGAK SHOLAT!'

Karena mama lagi haid nak.

Haid itu apa Ma?

Haid itu mama keluarnya darah kotor dari tempat pipis mama. Jika kamu anak perempuan dan telah berusia baligh, maka kamu akan haidh. Itu tandanya kamu dipersiapkan untuk menyimpan adik bayi setelah kamu menikah nanti.

(Jangan pernah berbohong pada anak dan mengatakan "Mama sholat kok di dalam kamar, kamu aja yang tidak tau! Jawaban ini adalah kebohongan. Dan hey, kata siapa berbohong pada anak itu boleh dan tidak dosa!)

Allah sayang sama para mama karena saat haid itu kadang kita sedikit kesakitan dan kotor. Karena haid itu kotor, sedangkan orang sholat harus bersih. Tapi Mama masih bisa melakukan ibadah yang lain: berdoa, berbuat baik, berdzikir, dll

MIMPI BASAH ITU APA SIH?

Bah anak sy perempuan umur 8 thn. kl mimpi basah itu apa?

Itu adalah mimpi yang menjadi salah satu tanda seseorang sudah masuk usig baligh. Ketika usia baligh, kita sudah bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan kita. Kita memiliki catatan perbuatan sendiri yang dicatat oleh malaikat. Biasanya mimpi basah di alami oleh anak laki-laki. Jika tanda baligh perempuan ditandai dengan haidh, anak laki-laki dengan mimpi basah.

Kenapa disebut basah Ma? (Jika anak meneruskan pertanyaannya)

Karena setelah mimpi seperti ini, akan keluar cairan dari tempat pipis. Ini juga adalah tanda seorang anak laki-laki tubuhnya dipersiapkan untuk kelak menjadi ayah.

(Biasanya sampai seperti ini anak tidak akan meneruskan lagi dan orang tak usah panjang lebar ke mana-mana menjelaskan cairannya seperti apa bentuknya dan lain-lain.)

Tapi jika anak bertanya lagi, tidak apa: Cairannya kayak pipis Ma?

Ya seperti pipis keluarnya tapi bukan pipis. Jika perempuan keluar darah maka laki-laki keluar cairan ini sebagai tanda baligh, namanya sperma.

Jika anak masih meneruskan lagi, tidak apa: Sperma itu apa Ma?

Seperti mama punya ovum, maka papa punya sperma. Ini disimpan dalam tubuh papa yang dikasih Allah untuk manusia agar manusia dapat mendapatkan keturunan.

Senin, 26 Juli 2010

Toilete Training

Posted by memamamaya at Senin, Juli 26, 2010 0 comments
Senengnya makin banyak website or miilis yang menyediakan berbagai macam informasi maupun ilmu dalam hal parenting maupun perawatan2 anak. Ada ayah-bunda, urban mama, parenting indonesia, dunia ibu, tips bayi, asiforbaby dan berbagai website lainnya yang udah gw ikutin (member). Naahhh gw nemu satu website lagi nih yang isinya kurang lebih sama dengan website yg udah2. Tampilannya lucu dan informasi di dalemnya oke juga loohh. Nama websitenya www.mommeworld.com. Gw tau website ini dari facebook, dan tanpa ragu2 lagi gw udah jadi membernya donk ;-)

Oke let's we'll find out informasi apa aja yg udah gw dapet dr website ini.

All about Toilete Training *bacaan yang pas buat kal el yang harus mulai belajar toilete training*


Kegiatan toilet training bagi kebanyakan moms, seringkali dinilai sebagai perkara yang memusingkan. Apalagi bagi moms yang baru pertama kali menjalankannya. Namun sebenarnya kegiatan ini akan menjadi mudah dan sederhana bila saja moms mengetahui strategi dan taktik yang tepat. Sebelumnya, moms perlu tahu bahwa toilet training sudah bisa diterapkan pada anak-anak yang telah menginjak usia 18-24 bulan sampai dengan 3 tahun. Meskipun pada kenyataannya, tak jarang ada orang tua yang baru memulai toilet training pada anaknya ketika si anak telah berusia 3 sampai dengan 4 tahun.
Ketika akan melakukan toilet training pada anak, hal pertama yang harus diperhatikan oleh moms adalah kesiapan moms dalam meluangkan waktu, energi, dan kesabaran. Sebab, biasanya proses toilet training ini akan memakan waktu yang cukup lama, bisa mingguan hingga bulanan. Begitu juga dengan kesiapan si anak menjalankan “pelatihan” ini. Hal ini tak kalah penting untuk diperhatikan karena pelatihan akan berujung pada kegagalan jika anak tidak siap dengan kegiatan ini.
Berikut ini adalah ciri-ciri yang bisa ditemukan moms pada anak yang siap menjalankan toilet training:
  • Popok yang dikenakan anak tetap terjaga kekeringannya selama minimal 2 jam
  • Anak mulai mengerti dan mampu mengikuti instruksi apapun yang sifatnya sederhana
  • Anak mulai merasakan keinginan buang air besar secara rutin, dan bahkan ia bisa menyampaikannya ke orangtuanya
  • Seringkali anak merasa tidak nyaman dengan popoknya yang kotor. Bahkan tak jarang ada anak yang dengan sendirinya meminta popoknya segera diganti
  • Adanya keinginan pada anak untuk mengunakan toilet atau sekadar potty chair untuk buang air
  • Adanya keinginan pada anak untuk mengenakan celana dalam biasa, bukan lagi popok
Setelah menemukan ciri-ciri di atas, moms sudah bisa menerapkan toilet training pada anak. Agar pelatihan berjalan lancar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan moms:
  • Perkenalkan toilet kepada anak, salah satunya adalah dengan membiarkan anak memencet atau menurunkan tuas flush pada kloset
  • Jika anak terlihat ingin buang air, segera dudukkan/ jongkokkan anak pada kloset. Tanda-tanda anak yang ingin buang air dapat terlihat dari ekspresi wajah, gerakan tubuh, atau anak mengatakannya sendiri kepada moms
  • Setiap kali anak berhasil buang air di toilet atau hanya sekedar melakukan inisiatif mengatakan kepada moms bahwa dirinya ingin buang air, segera berikan reward berupa pujian. Tentunya dengan diselipi pesan agar anak melakukan hal yang sama lagi ketika ingin buang air
  • Modelling merupakan salah satu usaha yang dinilai cukup berhasil dalam toilet training. Biarkan anak melihat moms atau anggota keluarga lainnya menggunakan toilet. Dengan begitu, anak akan meniru. Ia juga akan merasa bahwa ia harus melakukan hal tersebut karena semua orang melakukannya
  • Setiap pagi dudukkan/jongkokkan anak pada kloset. Meskipun si anak belum tentu akan buang air, tindakan tersebut akan mengajarkan anak bahwa ini adalah hal rutin yang bisa dilakukan
  • Sekitar 30 menit sampai dengan 1 jam setelah anak minum air yang banyak, dudukkan/jongkokkan anak pada kloset. Karena biasanya pada waktu tersebut, anak ingin buang air kecil
  • Setiap kali membuang kotoran pada popok ke dalam toilet, biarkan si anak melihatnya. Melalui cara ini, anak akan belajar dimana sebaiknya membuang kotoran
Ketika menjalankan toilet training, ada beberapa sikap yang harus dipegang oleh moms:
  • Moms, please be consistent! Jangan karena lelah melakukan toilet training pada anak, moms kemudian berhenti beberapa hari untuk beristirahat. Ini akan membuat si anak bingung, manakah yang sebaiknya ia lakukan.
  • Moms please be patient! Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, moms akan memerlukan banyak waktu, energi, dan kesabaran dalam menjalankan toilet training ini.
  • Moms please don’t push too hard! Jika anak belum siap dengan toilet training, maka jangan paksa anak melakukannya. Masalahnya, semakin dipaksa, maka akan semakin besar penolakan yang ditunjukkan si anak. Bila memang anak belum siap dan menunjukkan penolakan, ada baiknya moms mengistirahatkan kegiatan ini selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Penundaan dalam jangka waktu tertentu akan membuat anak lebih relax
  • Moms please don’t stick with the same method! Mungkin ada yang salah dengan metode yang diterapkan moms jika anak terus melakukan penolakan meskipun telah dilakukan beberapa kali penundaan. Yang bisa dilakukan oleh moms adalah mencoba metode lain. Atau, jika moms merasa bingung memilih metode yang tepat, moms bisa berkonsultasi langsung dengan dokter
Adapun beberapa hal yang harus dihindari moms dalam proses toilet training karena diyakini dapat menciptakan kegagalan pelatihan:
  • Jangan menjalankan toilet training ketika anak dalam masa-masa penuh tekanan, contohnya ketika baru saja pindah rumah, ketika ada adik bayi yang baru lahir, dan sebagainya
  • Jangan mendorong anak melakukan toilet training terlalu cepat. Mungkin bermaksud agar si anak lebih cepat belajar, tapi ingat kembali tips yang di atas, jika anak belum siap melakukan kegiatan ini maka persentase kegagalan relatif lebih besar
  • Jangan melakukan ancaman maupun hukuman ketika anak tidak menjalankan toilet training sesuai dengan harapan moms. Sebaliknya, katakan kepada anak bahwa hal tersebut bukanlah masalah dan bisa dicoba lain waktu. Dengan demikian, anak akan merasa tidak dipaksa, sehingga untuk berikutnya, ia akan menjadi lebih tenang
Nah moms, ternyata tidak sulit kan memberikan toilet training kepada anak? Kuncinya adalah moms harus pengertian ketika menghadapi si kecil. Dengan begitu, anak akan menjadi lebih kooperatif. Selamat mencoba!

Jumat, 23 Juli 2010

Obat Batuk Traditional for Superman

Posted by memamamaya at Jumat, Juli 23, 2010 0 comments
Gw lagi-lagi di bkin panik nih sama si superman kecil. Pasalnya udah beberapa hari ini dia batuk-batuk terus :( Tadinya gw pikir batuk biasa yang bisa sembuh sendiri dengan daya tahan tubuhnya (such articles from the mailing lists that I follow), tapi koq kelamaan gw juga yang jadi panik en parno sendiri yach, hiksss :(
That's why gw dari tadi ga berhenti2 browsing untuk nyari solusi penyembuhan batuk yg aman buat si superman. Salah satu artikel  yg gw dapet salah satunya ini,


Air Kelapa Muda & Kopi
Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, sekehendak anak. Dicampur dengan sedikit kopi (seujung sendok saja)

Brotowali (Putrawali, andawali)
Untuk pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

Jeruk Nipis
Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.

Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas /cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.

Kentang
Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan kendtang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendinginkan.

Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang)
Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari, balurkan parutan banglai segal di kening dan badan anak.

Minyak zaitun
Untuk mengobati kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle crap), sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.

Lidah buaya
Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang menderita luka bakar.

Daun pepaya
Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit malaria, panas,beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring, lalu minum airnya.

Temulawak (koneng gede)
Untuk menambah nafsu makan. Caranya, 150 gram temulawak 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis, rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap untuk digunakan.Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkir air hangat, diminum pagi dan sore.

Kencur
Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.

Adas (fennel)
Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1sdt teh adas dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan takaran sesuai umurnya.


Gw memutuskan untuk mencoba cara traditional untuk penyembuhan batuk si superman. Karena gw sangat yakin keamanan dan khasiat obat-obatan traditional.
Guys, doakan cepet sembuh yaaaa superman kecilku. Kasian banget nih dengerin batuk2nya. Andai aja bisa batuknya di pindahin ke gw :(

Kamis, 15 Juli 2010

Beberapa penyebab bayi menolak minum susu/ASI

Posted by memamamaya at Kamis, Juli 15, 2010 0 comments
" Lagi nge're-post dr milis AFB:) "

berikut beberapa kemungkinan penyebab

Jika Menolak ASI, kemungkinan disebabkan oleh :



1. Kurang sehat.

Kondisi tubuh bayi yang kurang sehat bisa membuat bayi kesulitan mengisap dengan 

baik, sehingga ASI yang didapat sedikit. Akhirnya bayi jadi capek atau 

frustrasi, dan menolak menyusu.

2. Kesakitan.

Bayi yang mengalami memar akibat lahir dengan alat bantu (misalnya: vakum) 

mungkin menolak menyusu jika bagian yang memar ini terpencet tiap kali ia 

menyusu.

3. Tersumbat hidungnya.

Bayi yang hidungnya tersumbat (karena pilek) mungkin menolak menyusu karena 

kesulitan bernafas.

4. Sariawan.

Bayi yang sedang sariawan, atau mulutnya terinfeksi jamur Candida mungkin hanya 

mau mengisap beberapa kali saat menyusu, lalu berhenti dan menangis.

5. Sedang tumbuh gigi.

Bayi yang sedang tumbuh gigi mungkin merasa gusinya nyeri, atau air liurnya 

berlebihan, atau agak demam, sehingga menolak menyusu karena merasa tidak 

nyaman.

6. Mengantuk.

Bayi yang terpengaruh efek sedatif (bius) obat-obatan mungkin menolak menyusui 

karena mengantuk.

7. Bingung puting.

Bayi yang diberi susu botol atau empeng terlalu dini (sebelum 2 minggu) mungkin 

menolak menyusu karena kesulitan menguasai teknik mengisap payudara – yang 

sangat berbeda dengan mengisap dot.

8. Tidak mampu ‘mengambil’ cukup ASI untuk memenuhi kebutuhannya.

Bayi yang belum menguasai teknik menyusu mungkin hanya mampu mengisap ASI 

sedikit sehingga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mengisap lebih lama atau 

lebih dalam. Akibatnya ia jadi capek atau frustasi, lalu menolak menyusu.

9. Ingin ‘melawan’ perlakuan yang tidak menyenangkan.

Jika ibu atau pengasuh kurang menguasai teknik mengatur posisi bayi saat akan 

menyusu, bayi bisa saja merasa diperlakukan kasar atau disakiti. Sebagai upaya 

‘perlawanan’, ia pun menolak menyusu.

10. Terganggu isapannya.

Jika ibu sering memegangi atau mengguncang payudara saat menyusui, posisi mulut 

bayi terhadap payudara bisa terganggu. Akibatnya bayi merasa tidak nyaman dan 

menolak menyusu.

11. Dibatasi jadwal menyusunya.

Jika ibu menyusui hanya pada jam-jam tertentu dan bukan menurut keinginan bayi, 

bayi bisa frustrasi karena kelaparan dan malah menolak menyusu.

12. Terganggu semburan ASI.

Aliran ASI yang terlalu cepat dan deras saat bayi mulai mengisap bisa membuat 

bayi tersedak. Jika terjadi berulang kali selama menyusu, bayi mungkin jadi 

frustrasi dan menolak menyusu.

13. Merasa terganggu oleh suatu perubahan.

Bayi usia 3-12 bulan mudah terganggu oleh berbagai perubahan: berpisah dengan 

ibunya, ada pengasuh baru, pindah rumah, kedatangan tamu, ibunya sakit (atau 

sedang menstruasi), payudara ibu terinfeksi, bau tubuh ibu berubah, dsb. Ketika 

suatu perubahan dirasa mengganggu, bayi bisa jadi tidak menangis melainkan 

langsung ‘mogok’ menyusu.

Tentang Imunisasi

Posted by memamamaya at Kamis, Juli 15, 2010 0 comments
" Nemu artikel yg sangat berguna ini dari milis AFB. Tanpa ragu dan mikir2 lagi gw langsung copas ke blog ini. Mudah2han berguna juga buat yang berkunjung ke dunia maya yaaa "


Setelah lahir, bayi belum punya daya tahan yang cukup 
untuk menangkal berbagai penyakit. Walaupun memperoleh antibodi bawaan 
yang diberikan ibu sejak dalam kandungan, bayi memerlukan perlindungan 
tambahan untuk menjaga ketahanan tubuhnya terhadap penyakit.
Imunisasi merupakan suntikan vaksin atau bahan antigenik untuk 
menghasilkan kekebalan aktif pada tubuh bayi. Gunanya untuk mencegah 
dan mengenali beberapa penyakit tertentu yang mungkin mengancamnya.
Sejak lahir, bayi memerlukan berbagai jenis imunisasi hingga 
mencapai kanak-kanak. Beberapa imunisasi bayi yang perlu Anda tahu di 
antaranya: 

1. Imunisasi BCG
Vaksin ini agar tubuh bayi kebal terhadap bakteri tuberkulosis 
(TBC). BCG diberikan sekali sebelum anak berumur dua bulan. Imunisasi 
polio diberikan empat kali pada bayi usia 0-11 bulan dengan interval 
minimal empat minggu. Imunisasi Campak diberikan satu kali pada bayi 
usai 9-11 bulan. Imunisasi hepatitis B harus diberikan tiga kali pada 
bayi usia 1-11 bulan, dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi 
ini bersifat wajib dan disubsidi pemerintah.

2. Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah vaksin 3 in 1 yang melindungi terhadap 
difteri, pertusis (batuk rejan) dan tetanus. Difteri adalah suatu 
infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan 
komplikasi fatal. DPT diberikan tiga kali pada bayi usia 2-11 bulan 
dengan interval minimal empat minggu. Imunisasi ini juga diwajibkan 
pemerintah. 

3.Imunisasi DT
Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang 
dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Imunisasi diberikan 
bagi anak dengan kebutuhan khusus, misalnya sudah mendapat suntikan DPT.

4. Imunisasi TT
Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif 
terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus. 
Jenis imunisasi ini minimal dilakukan lima kali seumur hidup untuk 
mendapatkan kekebalan penuh.

5. Imunisasi MMR
Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan dan 
campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler dan mata berair.
Gondongan menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan pada 
salah satu maupun kedua kelenjar liur utama, meningitis, pembengkakan 
buah zakar yang berakibat kemandulan.

6. Imunisasi Hib
Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza 
tipe b. Organisme ini bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak. Sampai saat ini, imunisasi HiB belum tergolong imunisasi wajib, mengingat harganya yang 
cukup mahal. Dua jenis vaksin yang beredar di Indonesia, yaitu Act Hib 
dan Pedvax.

7. Imunisasi Meningitis
Imunisasi ini belum diwajibkan pemerintah karena biayanya masih 
cukup besar. Imunisasi dilakukan bagi bayi dibawah usia satu tahun 
hingga balita. Imunisasi ini mencegah terjadinya infeksi meningitis atau lapisan otak yang banyak terjadi pada bayi dan balita.

8.Imunisasi Varisella
Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air.

9.Imunisasi HBV
Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B. Hepatitis B adalah infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian. 
Karena itu imunisasi hepatitis B termasuk yang wajib diberikan. Jadwal 
pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter 
dan orangtua. Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter.

10.Imunisasi Pneumokokus Konjugata
Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis 
bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Bakteri ini juga dapat 
menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti meningitis dan 
bakteremia (infeksi darah)

11.Imunisasi Tipa
Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam 
tifoid (tifus atau paratifus). Kekebalan yang didapat bisa bertahan 
selama tiga-lima tahun dan harus diulang kembali. Imunisasi ini dapat 
diberikan dalam 2 jenis: imunisasi oral berupa kapsul yang diberikan 
selang sehari selama 3 kali. Biasanya untuk anak yang sudah dapat 
menelan kapsul.

12.Imunisasi Hepatitis A
Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan 
sendirinya. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya memerlukan 
waktu yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan. Jadwal pemberian yang 
dianjurkan tak berbeda dengan imunisasi hepatitis B. Vaksin hepatitis A 
diberikan dua dosis dengan jarak enam hingga 12 bulan. (mt)

Kamis, 24 Juni 2010

Milk vs Diapers

Posted by memamamaya at Kamis, Juni 24, 2010 0 comments
Lagi iseng2 browsing, eeh nemu website yg berguna bangeet buat patokan aktifitas tiap bulan, hehee. So, cekidot
Patokan harga semua susu dan vitamin 


Ada lagi website yg lumayan jg buat di jadiin pembanding
;Toko susu murah

Naahh, mulai skrang gw ga perlu nebak2 lagi harga susu n pampersnya el tiap bulan. Coz tinggal klik refresh, langsung deh keluar current price nya. Hebat kan (^_^). So, at least gw lebih bisa membudgetkan pengeluaran tiap bulan buat keperluan kal el. *Hehehe, maklum namanya jg emak2 sekaligus menteri keuangan. Jadi sebisa mungkin semua budget di presss se press2nya :D*